Showing posts with label Kliping. Show all posts
Showing posts with label Kliping. Show all posts

Friday, December 4, 2009

Dollar dari PayPal WishList di Facebook

Paypal, yang merupakan alat pembayaran online, bekerjasama dengan Facebook membuat program Paypal WhishList. Dengan mengikuti program ini, kita akan langsung mendapat dollar sebesar $1, dan jika kita bisa mereferensikan ke orang lain, maka kita juga akan mendapatkan $1. Maksimal pendapatan yang bisa diperoleh adalah $100 yang akan dibayarkan paling lambat pada 28 Februari 2010. Promo ini hanya berlaku sampai 31 Desember 2009. Mau ikutan??? Buruan deh mumpung masih ada kesempatan.

Punya akun Facebook dan mau ikutan PayPal WishList? Klik aja banner dibawah ini:paypal whishlist

Belum punya akun PayPal? Klik aja banner dibawah ini untuk mendaftar, gratis ko:Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Read More lebih lanjut..

Thursday, October 8, 2009

Apa Yang Dipikirkan Oleh Bayi?

Apa yang dipikirkan oleh bayi? Ini mungkin sudah menjadi pertanyaan rutin setiap ibu. Setiap kali menatap dalam ke mata bayinya, sang ibu akan bertanya: "Apa sih yang kau pikirkan, nak? Susu? Bebek-bebekan? Atau apa?"

Ternyata, menurut penulis buku "The Philosophical Baby" Alison Gopnik, otak bayi bekerja lebih keras daripada yang kita bayangkan. "Hingga sekitar 20 tahun yang lalu, para ilmuwan mengira bahwa bayi itu egosentris dan tidak logis," ujar Gopnik. "Namun kami menemukan bahwa, dalam banyak hal, bayi dan balita tahu, belajar dan berpengalaman lebih banyak bahkan dibandingkan orang dewasa!"

Seperti dilansir MSN Lifestyle, berikut beberapa temuan menarik Gopnik:

1. Bayi sudah mengerti Anda sejak dini.
Selama ini orang menganggap bahwa anak-anak tidak akan bisa memahami pikiran orang lain hingga berusia tujuh tahun. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka sudah mulai memahami sejak tujuh bulan. "Bahkan bayi yang masih sangat kecil tahu bahwa orang memiliki keinginan dan tujuan," ujar Gopnik. "Ketika melihat Anda menggapai sebuah benda, bayi mengerti bahwa Anda ingin memegangnya."

2. Balita tahu bahwa bahwa teman khayalannya tidak nyata.
Menurut Gopnik, hampir 70 persen anak-anak memiliki teman khayalan. Bersahabat dengan teman khayalan adalah cara mereka untuk memahami dunia. "Pada usia tiga atau empat, anak-anak mengerti bahwa teman khayalannya tidak nyata," kata Gopnik. "Tapi untuk mencoba memahami orang lain, mereka mulai membayangkan kemungkinan bagaimana jika orang itu tingginya sepuluh kaki atau tidak terlihat orang lain."

3. Anak-anak butuh jawaban bak tanaman perlu air.
Ketika anak Anda terus-menerus bertanya: "Mengapa, mengapa, mengapa?" dia sebenarnya bukan sedang berusaha untuk mengganggu Anda. Menurut Gopnik, anak memang tak tahan untuk tidak bertanya. "Anak-anak terdorong untuk mencari tahu mengenai dunia sebanyak mungkin," katanya. "Untuk itulah mereka mendesak orang dewasa demi jawaban."

Untuk itu, kuncinya adalah bersabar, beri mereka jawaban dan persiapkan diri untuk menghadapi hari-hari di mana Anda akan ditekan anak demi sebuah jawaban.

sumber: Liputan6.com
Read More lebih lanjut..

Monday, August 24, 2009

Merangsang Kecerdasan Anak Sejak Dini

Untuk merangsang kecerdasan anak sejak dini, diperlukan stimulasi bermain sejak dini. Apakah stimulasi bermain sejak dini itu? Menurut Dr Soedjatmiko, SpA(K), MSi, dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang, stimulasi dini adalah rangsangan bermain yang dilakukan sejak bayi baru lahir. Rangsangan atau stimulasi ini sebaiknya dilakukan sejak janin masih berusia 6 bulan di dalam kandungan. Mengapa?

Stimulasi dipercaya dapat memengaruhi pertumbuhan sinaps (proses sinaptogenesis), yang membutuhkan banyak sialic acid untuk membentuk gangliosida, yang penting untuk kecepatan proses pembelajaran dan memori.

Rangsangan yang harus dilakukan dengan penuh kegembiraan, kasih sayang, dan setiap hari untuk merangsang semua sistem indera. Selain itu, harus juga merangsang gerak kasar dan halus kaki, tangan, dan jari-jari, mengajak komunikasi, serta merangsang perasaan yang menyenangkan dari pikiran bayi dan balita.

Rangsangan yang dilakukan dengan suasana bermain dan kasih sayang, sejak lahir, terus-menerus, dan bervariasi, akan merangsang pembentukan cabang-cabang sel-sel otak, melipat gandakan jumlah hubungan antar sel otak sehingga membentuk sirkuit otak yang lebih kompleks, canggih, dan kuat. Dengan demikian, kecerdasan anak makin tinggi dan bervariasi (multiple intelligence).

Lalu, bagaimana menstimulasi janin yang masih dalam kandungan? Si ibu atau ayahnya bisa melakukannya dengan berbicara dekat perut si ibu, menyanyikan lagu, membaca doa, lagu-lagu keagamaan, sambil mengelus perut si ibu. Dapat pula memperdengarkan lagu dengan menempelkan earphone di perut ibu atau si ibu juga mendengarkan lagunya. Ada sebagian literatur yang mengatakan bahwa mendengarkan lagu klasik baik untuk perkembangan otak anak. Jika memang ingin memperdengarkan lagu klasik pada anak, penting juga untuk si ibu menyukai lagu-lagu tersebut. Sebab, suasana hati si ibu juga bisa memengaruhi si bayi. Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap hari, setiap saat ibu bisa berinteraksi dengan janinnya, misal, saat mandi, masak, cuci pakaian, berkebun, dan sebagainya.

Sementara untuk bayi atau balita, stimulasi bisa dilakukan dengan beragam cara sesuai perkembangan usianya, contoh:

Usia 0–3 bulan, berikan rasa nyaman, aman, dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, membunyikan suara atau musik, menggerakkan benda berwarna mencolok, benda berbunyi, menggulingkan bayi ke kanan/kiri, tengkurap-telentang, dan dirangsang untuk meraih dan memegang mainan.

Usia 3–6 bulan, bisa dengan bermain “cilukba”, melihat wajah bayi di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.

Usia 6–9 bulan, panggil namanya, salaman, tepuk tangan, bacakan dongeng, rangsang duduk, latih berdiri berpegangan.

Usia 9–12 bulan, mengulang menyebut mama-papa, kakak, masukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, gelindingkan bola, latih berdiri, jalan berpegangan.

Usia 12–18 bulan, latihan dengan corat-coret pensil warna, susun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle), masukkan dan keluarkan benda kecil dari wadah, main dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap, dan lainnya. Latihlah untuk berjalan tanpa pegangan, jalan mundur, panjat tangga, tendang bola, lepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukkan ini, ambil itu), sebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.

Umur 18–24 bulan, tanyakan, sebutkan, tunjuk bagian-bagian tubuh (mata, hidung, telinga, mulut, dan lainnya), tanyakan gambar atau sebutkan nama binatang dan benda-benda di sekitar rumah, ajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum, mandi), latihan gambar garis, cuci tangan, pakai baju-celana, main lempar bola, melompat, dan lainnya.

Umur 2–3 tahun, ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit, dan lainnya), sebutkan nama teman, hitung benda, pakai baju, sikat gigi, main kartu, boneka, masak-masakan, gambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil/besar di toilet.

Setelah 3 tahun, selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi ini juga diarahkan untuk kesiapan bersekolah, antara lain; memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil/besar di toilet), dan kemandirian (ditinggal di sekolah), berbagi dengan teman, dan lain sebagainya. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh pengasuh dan keluarga), tetapi dapat pula di kelompok bermain, taman kanak-kanak, atau sejenisnya.

Sumber : Kompas.com

Read More lebih lanjut..

Wednesday, August 12, 2009

Cara Meningkatkan Kualitas ASI (Air Susu Ibu)

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan bayi paling baik hingga bayi berusia 6 bulan. Kandungan kompleks pada ASI yang relatif mudah dicerna dan sangat dibutuhkan bayi, tak tergantikan oleh susu formula mana pun.

“Ingat, kualitas ASI juga bisa menurun bila status gizi ibu memburuk. Jika ini terus berlanjut, bisa-bisa kebutuhan gizi anak tak dapat terpenuhi secara maksimal,” papar Dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SpA, MARS, Ketua Satgas ASI PP IDAI (Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia). Nah, untuk meningkatkan kualitas ASI, berikut sejumlah kiat dari Partiwi untuk para ibu.

1. Makan Seimbang
Konsumsi makanan sehari-hari dengan kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang berimbang. Ingat, jumlah makanan yang harus dikonsumsi ibu menyusui memang lebih banyak daripada biasanya. Pada 3 bulan pertama, dibutuhkan sekitar 500 kalori lebih banyak dari biasanya. Sedangkan usia kandungan di atas 3 bulan, sekitar 700 kalori lebih banyak dari biasanya.

2. Tetap Olahraga
Lakukan olahraga secara rutin dengan tujuan relaksasi agar suasana hati jadi bahagia. Olahraga bisa berupa aktivitas ringan dan berkala dengan durasi secukupnya, seperti jalan sehat atau aerobik. Suasana emosi yang bahagia akan meningkatkan hormon yang menunjang produksi ASI.

3. Konsumsi Kalsium dan Zat Besi
ASI merupakan sumber kalsium yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas tulang anak. Bila ibu menyusui merasakan keluhan nyeri pada tulang, sebaiknya segera tingkatkan asupan kalsium. Caranya dengan mengonsumsi makanan sumber kalsium, seperti ikan dan minum susu khusus ibu menyusui yang mengandung DHA, asam folat, kalsium, vitamin, zat besi, dan prebiotik FOS. Bila perlu, konsumsi pula suplemen yang mengandung kalsium.

4. Banyak Sayur dan Buah
Konsumsi lebih banyak sayuran hijau untuk meningkatkan asupan zat besi untuk menangkal anemia pada ibu dan bayi. Konsumsi lebih banyak buah sebagai anti-oksidan agar ibu tak mudah sakit.

5. Istirahat Cukup
Upayakan istirahat cukup untuk menekan stres yang akan menghambat produksi ASI. Pada 4-8 minggu pertama, biasanya ibu perlu begadang untuk menyusui. Sesuaikan saja waktu tidur ibu dengan waktu tidur bayi, dan istirahat 7-8 sehari.

Sumber: Kompas.com
Read More lebih lanjut..

Wednesday, July 29, 2009

Makanan Untuk Perkembangan Otak Balita

Penting untuk diketahui setiap orangtua, bahwa proses perkembangan dan pertumbuhan otak anak dimulai sejak ia masih dalam kandungan, hingga anak berusia 3 tahun. Pada masa-masa inilah sel-sel saraf otak berkembang amat pesat. Jika pada masa ini bayi tidak mendapatkan kebutuhan gizinya, kekurangannya tak akan bisa dipenuhi lagi di kemudian hari. Karena itu, penting untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang di usia ini.

Perlu diketahui, ada dua tahap masa golden years anak: pertama, sejak konsepsi hingga bayi berusia 9 bulan dalam kandungan. Kesehatan bayi berada dalam kondisi optimal baru bisa terdeteksi langsung setelah kelahiran, yang ditandai dengan berat lahir normal, Inisiasi Menyusu Dini (anak langsung mencari puting ibu), dan anak menangis. Kedua, dihitung sejak kelahiran bayi hingga 2 tahun.

Ketika anak lahir, otaknya baru mencapai perkembangan 60 persen, dan ketika ia mencapai 2 tahun, otaknya baru mencapai 80 persen. Makin ia berkembang hingga 14-15 tahun, otaknya mencapai perkembangan hingga 90 persen. Tentunya ini diketahui dengan membandingkan kemajuan fisik dan kemampuan anak sesuai tabel pertumbuhan anak. Untuk bisa mencapai potensi optimal otak dan pertumbuhan fisiknya, diperlukan nutrisi tepat dan seimbang, juga stimulasi untuk otak.

Asupan anak untuk periode usia emas kedua merupakan hal yang krusial untuk anak. Diperlukan kemauan dan kerja keras orangtua untuk memastikan si kecil mendapat nutrisi tepat dan seimbang tersebut. Apa saja yang dibutuhkan?

Makanan yang terbaik dan tepat untuk bayi berumur 0-6 bulan adalah ASI. Bayi usia 6 bulan bisa diperkenalkan kepada makanan padat sesuai kemampuan dan umurnya. Misal, nasi tim, sari buah, dan lainnya. Makin beragam jenis makanan yang diperkenalkan pada anak, makin variatif menunya, makin baik dampaknya kepada pemenuhan zat gizinya.

Pertumbuhan yang cepat pada usia balita memerlukan penambahan konsumsi zat pembangun (bahan makanan mengandung protein) dan pengatur (bahan makanan mengandung vitamin dan mineral). Bertambahnya aktivitas memerlukan penambahan bahan sumber tenaga (bahan makanan mengandung karbohidrat dan lemak). Pertumbuhan mental memerlukan lebih banyak zat pembangun, terutama untuk pertumbuhan sel-sel otak yang sangat cepat.

Ir Marzuki Iskandar, MTP, dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia mengatakan bahwa karbohidrat harus memenuhi 55-60 persen, sementara protein 15-20 persen, lemak 25-30 persen, dan sisanya vitamin. Karbohidrat bisa didapatkan melalui bahan makanan seperti umbi-umbian, jagung, dan gandum. Sementara protein hewani dan nabati bisa didapat dari ikan, kacang kedelai (tahu dan tempe), susu, dan keju. Lemak yang berasal dari hewani dan nabati juga penting untuk dipenuhi lewat sumber lemak esensial yang juga dikenal sebagai lemak cerdas (DHA, AA, Omega-3, dan Omega-6). Vitamin bisa didapat dari buah dan sayur, juga sinar matahari pagi hari, demikian disampaikan Ir Marzuki dalam seminar "Brain Food untuk Masa Golden Years", Jumat (24/7) di Jakarta.

Makanan apa yang terbaik untuk otak yang harus terpenuhi? Ir Marzuki, yang biasa disapa Pak Uki, menjabarkan, untuk Omega-3, bisa didapat dari labu parang, minyak biji kapas, dan kacang-kacangan. Sementara untuk Omega-6 bisa didapat dari jagung, biji bunga matahari, biji wijen, dan susu pertumbuhan yang diperkaya dengan lemak esensial tadi. Sementara untuk DHA bisa didapatkan melalui salmon, makarel, herring, sardin, tuna, minyak wijen, lemon, minyak biji bunga matahari, kenari, zaitun, dan lain-lainnya.

Makanan terbaik untuk protein otak adalah tyrosine dan tryptophan yang bertugas sebagai penyampai pesan ke otak dan pengolah pesannya. Bahan ini bisa didapatkan dari telur, susu pertumbuhan yang sudah diperkaya kedua hal ini, ikan-ikanan, daging putih (daging unggas), daging merah, dan biji-bijian seperti kacang serta hasil olahannya (tempe, tahu, dan oncom).

Pak Uki juga menyatakan akan pentingnya 9 mineral kunci kekuatan mental, yakni zat besi, magnesium, fosfor, mangan, sodium, potasium, kalsium, seng, dan boron. Zat ini menjamin pesan otak mengalir lancar ke seluruh sistem saraf dan otak. Tujuh vitamin yang juga sangat penting bagi otak adalah; vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan biotin, ditambah vitamin C.

Jangan lupakan juga fungsi sayuran. Warna pada sayuran bisa mengisyaratkan kandungannya. Warna-warni makanan memiliki kandungan zat gizi yang penting bagi kesehatan otak, seperti:
*Paprika merah, kaya akan beta karoten.
*Bawang bombay, warna kuningnya dari antoxantin, pelindung kuat terhadap kerusakan akibat radikal bebas.
*Brokoli, kaya akan beta karoten yang juga ada di dalam wortel.
*Bit, warna ungunya disebabkan karena antosianid, yang melindungi membran otak.
*Tomat, warna oranye kemerahannya menandakan antioksidan likopen yang kuat untuk melindungi membran otak.
*Wortel, warna jingganya berasal dari beta karoten, mineral kalsium, magnesium, dan zat besi.
*Alpukat, mengandung beta karoten, vitamin C, dan vitamin E. Buah ini juga mengandung lemak tidak jenuh.
*Jambu biji, sumber vitamin C tinggi.
*Pepaya, vitamin C yang tinggi dan enzim papain untuk mencerna protein.

Perlu diingat juga, diperlukan variasi untuk memberikan makanan kepada anak-anak. Selain karena anak-anak bisa bosan dengan makanan yang sama berulang-ulang, variasi pun memperkaya vitamin dan gizi yang diasup anak. Salah satu asupan yang tak boleh terlupakan pula adalah air, untuk memastikan bahwa makanan terproses dan menghantarkan zat-zat penting tadi ke seluruh tubuh.


Sumber: Kompas.com
Read More lebih lanjut..

Monday, July 27, 2009

Resep Herbal Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui

Ibu hamil dan menyusui kerap mengadapatkan masalah pada tubuhnya yang mengalami perubahan ketika hamil. Untuk mengatasinya, lakukan beberapa resep dari Dr. Vivi K. Tjahyadi dari Klinik Herbal Karyasari berikut.

1. Memperlancar ASI
  • Resep 1 : Bahan: Daun katuk muda 3 genggam, bawang merah 3 siung diiris, daun salam 1 lembar, garam 1/3 sdt, gula merah/putih. Cara membuat: Didihkan air, masukkan irisan bawang merah, daun salam, daun katuk, tambahkan garam dan gula merah/putih secukupnya sampai terasa agak manis. Aturan pakai: Disantap sebagai makanan sehari-hari.
  • Resep 2 : Bahan: Daun katuk agak tua 3 genggam, temulawak umbi sebesar telur ayam 1 biji kupas kulitnya dan diiris tipis, kayu manis ½ jari tangan, gula merah lebih kurang 1 ons. Cara membuat: Masukkan semua bahan, rebus dengan air 4 gelas hingga tinggal 3 gelas, angkat dan saring. Aturan pakai: Diminum 3 kali sehari masing-masing ¾ gelas.
  • Resep 3 : Bahan: 1 batang bayam duri utuh. Cara membuat: Bayam duri dicuci bersih, lalu digiling halus. Aturan pakai: Gunakan sebagai tapal di sekitar payudara. Hal ini dipercaya bisa membantu menambah produksi ASI.

2. Puting lecet
Bahan: Daun pegagan, minyak zaitun. Cara membuat: Daun pegagan beberapa lembar digodog dengan minyak zaitun secukupnya. Aturan pakai: Setelah dingin, oleskan pada puting yang lecet. Daun pegagan berkhasiat merevitalisasi kulit.

3. Kaki bengkak
  • Resep 1 : Bahan: Rambut jagung, air. Cara membuat: Rambut jagung direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih. Aturan pakai: Minum air godokan tersebut sebanyak 1 gelas setiap hari.
  • Resep 2 : Bahan: Asam kawak, ragi tape, air. Cara membuat: Campur semua bahan, remas-remas sampai tercampur rata/lumat. Aturan pakai: Balurkan ramuan ini ke kaki yang bengkak menjelang tidur malam.
  • Resep 3 : Bahan: Lempuyang, cabai jawa, air. Cara membuat: Rimpang lempuyang dan cabai jawa ditumbuk halus, tambahkan air secukupnya, peras. Aturan pakai: Minum airnya.

4. Mual
Bahan: Jahe, teh, gula merah/putih. Cara membuat: Memarkan ½ jari jahe, campurkan dengan 1 gelas air teh atau air putih. Tambahkan gula merah/putih secukupnya. Aturan pakai: Minum 2 kali sehari.

5. Stretchmarks
Bahan: 1 butir kelapa. Cara membuat: Parut sebutir kelapa, peras, ambil santannya, lalu didihkan dengan api sehingga menjadi minyak kelapa (virgin coconut oil). Aturan pakai: Balurkan di sekitar kulit perut 2 kali sehari setelah mandi.

6. Pembersihan sehabis melahirkan (nifas)
Bahan: lengkuas, air. Cara membuat: Rimpang lengkuas yang masih muda sebesar 3 jari dicuci lalu potong-potong, rebus dengan air secukupnya. Aturan pakai: Minum satu kali sehari.

7. Radang payudara (mastitis)
Bahan: Daun sirih, minyak kelapa. Cara membuat: Beberapa daun sirih diolesi minyak kelapa, hangatkan di atas api sehingga layu. Aturan pakai: Hangat-hangat ditempelkan di seputar payudara bengkak.

Meski aman, namun sebelum mencoba resep-resep ini tak ada salahnya ibu hamil/menyusui mengkonsultasikannya pada dokter terlebih dahulu.

sumber: Kompas.com
Read More lebih lanjut..