Showing posts with label resep herbal. Show all posts
Showing posts with label resep herbal. Show all posts

Monday, July 27, 2009

Resep Herbal Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui

Ibu hamil dan menyusui kerap mengadapatkan masalah pada tubuhnya yang mengalami perubahan ketika hamil. Untuk mengatasinya, lakukan beberapa resep dari Dr. Vivi K. Tjahyadi dari Klinik Herbal Karyasari berikut.

1. Memperlancar ASI
  • Resep 1 : Bahan: Daun katuk muda 3 genggam, bawang merah 3 siung diiris, daun salam 1 lembar, garam 1/3 sdt, gula merah/putih. Cara membuat: Didihkan air, masukkan irisan bawang merah, daun salam, daun katuk, tambahkan garam dan gula merah/putih secukupnya sampai terasa agak manis. Aturan pakai: Disantap sebagai makanan sehari-hari.
  • Resep 2 : Bahan: Daun katuk agak tua 3 genggam, temulawak umbi sebesar telur ayam 1 biji kupas kulitnya dan diiris tipis, kayu manis ½ jari tangan, gula merah lebih kurang 1 ons. Cara membuat: Masukkan semua bahan, rebus dengan air 4 gelas hingga tinggal 3 gelas, angkat dan saring. Aturan pakai: Diminum 3 kali sehari masing-masing ¾ gelas.
  • Resep 3 : Bahan: 1 batang bayam duri utuh. Cara membuat: Bayam duri dicuci bersih, lalu digiling halus. Aturan pakai: Gunakan sebagai tapal di sekitar payudara. Hal ini dipercaya bisa membantu menambah produksi ASI.

2. Puting lecet
Bahan: Daun pegagan, minyak zaitun. Cara membuat: Daun pegagan beberapa lembar digodog dengan minyak zaitun secukupnya. Aturan pakai: Setelah dingin, oleskan pada puting yang lecet. Daun pegagan berkhasiat merevitalisasi kulit.

3. Kaki bengkak
  • Resep 1 : Bahan: Rambut jagung, air. Cara membuat: Rambut jagung direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih. Aturan pakai: Minum air godokan tersebut sebanyak 1 gelas setiap hari.
  • Resep 2 : Bahan: Asam kawak, ragi tape, air. Cara membuat: Campur semua bahan, remas-remas sampai tercampur rata/lumat. Aturan pakai: Balurkan ramuan ini ke kaki yang bengkak menjelang tidur malam.
  • Resep 3 : Bahan: Lempuyang, cabai jawa, air. Cara membuat: Rimpang lempuyang dan cabai jawa ditumbuk halus, tambahkan air secukupnya, peras. Aturan pakai: Minum airnya.

4. Mual
Bahan: Jahe, teh, gula merah/putih. Cara membuat: Memarkan ½ jari jahe, campurkan dengan 1 gelas air teh atau air putih. Tambahkan gula merah/putih secukupnya. Aturan pakai: Minum 2 kali sehari.

5. Stretchmarks
Bahan: 1 butir kelapa. Cara membuat: Parut sebutir kelapa, peras, ambil santannya, lalu didihkan dengan api sehingga menjadi minyak kelapa (virgin coconut oil). Aturan pakai: Balurkan di sekitar kulit perut 2 kali sehari setelah mandi.

6. Pembersihan sehabis melahirkan (nifas)
Bahan: lengkuas, air. Cara membuat: Rimpang lengkuas yang masih muda sebesar 3 jari dicuci lalu potong-potong, rebus dengan air secukupnya. Aturan pakai: Minum satu kali sehari.

7. Radang payudara (mastitis)
Bahan: Daun sirih, minyak kelapa. Cara membuat: Beberapa daun sirih diolesi minyak kelapa, hangatkan di atas api sehingga layu. Aturan pakai: Hangat-hangat ditempelkan di seputar payudara bengkak.

Meski aman, namun sebelum mencoba resep-resep ini tak ada salahnya ibu hamil/menyusui mengkonsultasikannya pada dokter terlebih dahulu.

sumber: Kompas.com
Read More lebih lanjut..

Thursday, April 9, 2009

Resep Herbal Untuk Masalah Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Avokad (Persea gratissima Gaertn.)
Seduh 3 lembar daun avokad dengan 1 gelas air panas, minum.
Catatan: Teh daun avokad baik untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri lambung, bengkak pada saluran nafas, rasa nyeri saraf (neuralgia), datang haid tidak teratur, dan melarutkan batu ginjal.

Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
Rebus 3 buah belimbing wuluh yang telah dipotong-potong dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, saring. Minum setelah makan pagi.

Boroco (Celosia argentea L.)
Rebus biji boroco (15-30) gram dengan 1 gelas air sampai airnya tersisa 1/2 gelas. Setelah dingin, saring dan bagi 2 airnya sama banyak. Minum pada pagi dan sore hari sebelum makan.

Mentimun (Cucumis sativus L.)
Parut 2 buah mentimun segar. Peras dan minum sekaligus, 2-3 kali sehari. Bisa juga dimakan mentah sebagai lalapan.

Pisang (Musa paradisiaca L.)
- Pencegahan darah tinggi: Potong-potong satu kulit pisang atau tangkai buah pisang, lalu rebus. Minum seperti teh sehari 3 kali, masing-masing satu cangkir.
- Darah tinggi disertai sembelit: Blender buah pisang berikut kulitnya (500 gram) dan wijen hitam (15 gram) dengan menambahkan air secukupnya. Minum sampai habis dalam 1 hari.
- Pengobatan dan pencegahan darah tinggi: Rebus kulit pisang beserta tangkainya (30-60 gram) atau akar segar pohon pisang (30-120 gram). Setelah dingin, minum airnya seperti teh. Lakukan setiap hari sehari 3 kali, masing-masing 1 cangkir.

Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] BL.)
Tumbuk 20 gram herba segar, tambahkan 1/2 cangkir air matang lalu peras. Saring dan minum sekaligus.
Catatan: beberapa penderita merasakan mulut kering setelah pemakaian selama 10 hari.

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f) Nees)
Ambil 7 daun segar sambiloto, cuci bersih dan potong-potong kecil. Seduh daun dengan 1 cangkir air mendidih. Diamkan beberapa saat dan tambahkan 1 sendok madu. Minum ramuan setelah dingin 3 kali sehari.

Sambung Nyawa (Gynura procumben Back)
Ambil 4 daun segar (untuk anak-anak), atau 7 lembar daun segar sambung nyawa (untuk dewasa), lalu cuci bersih. Konsumsi daun mentah sebagai lalapan. Daun juga dapat di jus, di tumis, atau di kukus sebentar sebelum di konsumsi.

Seledri (Apium graveolens L.)
Cuci seledri dan potong kecil-kecil. Rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa 3/4 gelas. Dinginkan, lalu saring ramuan. Minum air ramuan 2 kali sehari, masing-masing separuh. Cara lain yaitu daunnya untuk lalapan.
Catatan: bagi seseorang yang air seninya mengandung zat putih telur (protein +), dilarang minum ramuan ini.

Semangka (Citrullus vulgaris Schrad.)
- Makan buah semangka setiap hari sebagai buah segar atau jus. Sehari minum 2 gelas jus buah semangka.
- Seduh dengan air mendididh kulit buah semangka dan gambir masing-masing 30 gram. Minum seperti teh.
- Buah semangka ukuran sedang diambil 1/4 bagiannya. Buat jus kulit, biji dan daging buahnya, lalu minum sekaligus.
- Rebus kulit semangka kering sebanyak 50 gram dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 5 menit. Setelah dingin, minum seperti teh.
Catatan: Penderita dengan lambung lemah dan dingin jangan terlalu banyak makan buah semangka; Pria dengan gangguan prostat jangan makan buah semangka.

Siantan (Ixora strica Roxb.)
Cuci bersih 17 gram bunga siantan. Rebus bunga dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan, lalu saring ramuan. Minum ramuan sekaligus 1 kali sehari.

Tapak Dara (Catharantus roseus (L.) G. Don)
 - 15 gram daun atau bunga tapak dara direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring. 
Diminum airnya menjelang tidur. [2]
- 15 - 20 gram daun tapak dara kering, 10 gram bunga krisan, direbus dengan 2,5 gelas air sampai mendidih dan disaring. 
Diminum tiap sore. [3] 
- 7 lembar daun atau bunga tapak dara diseduh dengan 1 gelas air dan dibiarkan beberapa saat dan disaring. 
Diminum menjelang tidur. [3]
Catatan: Tanaman ini dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi; wanita hamil dilarang minum ramuan berbahan tapak dara.

Tempuyungan (Sonchus arvensis L.)
Lima daun segar dicuci bersih, lalu diasap sebentar. Makan daun sebagai lalap bersama nasi. Konsumsi ramuan 3 kai sehari dengan dosis yang sama.

Teratai Kerdil (Nymphae tetragona Georgi atau Nymphae alba)
Cuci bersih 13 kuntum bunga teratai kerdil. Rebus bunga dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan. Minum ramuan 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.)
Makan buah tomat segar sebanyak 1-2 buah pada waktu pagi hari, sewaktu perut kosong.
Catatan: Buah tomat menstimulir keluarnya enzim pencernaan, terutama yang berasal dari pankreas. Guna meningkatkan kerja saluran cerna, minum jus tomat setiap hari sebelum makan.

Trengguli (Cassia fistula Linn.)
Cuci bersih 30 gram daging buah trengguli, lalu tumbuk halus. Seduh bahan dengan 1/2 cangkir air panas, lalu tambahkan  4 sendok makan madun. Minum ramuan sehari 2 kali dengan dosis yang sama.

Wijayakusuma (Epiphyllum oxypetalum Haw.))
Rebus bersama-sama 5 bunga wijayakusuma segar, 75 gram akar alang-alang, dan 15 gram jamur kuping hitam dalam 3 gelas air hingga mendididh dan tersisa 1,5 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan. Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

*****

Referensi

Buku

Hariana, Drs. H. Arief, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, seri 3 (Jakarta: Penebar Swadaya, 2008)

Dalimartha, dr. Setiawan, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, jilid 3 (Jakarta: Trubus Agriwidya, 2007)

Dalimartha, dr. Setiawan, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, jilid 5 (Jakarta: Pustaka Bunda, 2008)

 

Situs

indonesiaindonesia.com

IPTEKnet, Sentra Informasi IPTEK

Read More lebih lanjut..

Wednesday, April 1, 2009

Resep Herbal Untuk Masalah Kencing Manis (Diabetes Mellitus)

Avokad (Persea gratissima Gaertn.)
Rebus 1 biji avokad yang sudah dikeringkan dan dipotong kecil-kecil dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas dan berwarna cokelat. Saring dan minum.

Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers.)
Rebus 1/2 jari kelingking batang brotowali yang sudah diris tipis, 7 lembar daun sambiloto segar, 1 tanaman meniran, serta segenggam daun dan batang ciplukan dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring, lalu minum 2 kali 1/2 gelas sehari.

Kelapa (Cocos nucifera L.)
Minumlah air kelapa pada pagi dan sore hari, masing-masing 1 buah kelapa.
Catatan: terlalu banyak minum air kelapa menyebabkan susah kencing dan kencing terasa nyeri.

Lidah Buaya (Aloe vera Linn.)
Rebus 1 lembar daun lidah buaya yang telah dikupas kulit luar dan bagian berdurinya serta dipotong-potong dalam 3 gelas air sampai tersisa 1.5 gelas. Saring, minum sehabis makan 3 kali 1/2 gelas sehari.

Pare (Momordica charantia L.)
Blender 200 gram buah pare segar yang belum masak bersama air. Peras dengan sepotong kain sampai terkumpul 50 ml (seperempat gelas). Hangatkan dengan api kecil selama 15 menit. Minum setiap hari.
Catatan: memakan buah pare bagi penderita dengan organ limpa serta lambung lemah dan dingin dapat menimbulkan sakit perut, muntah dan diare. Ibu hamil dilarang minum rebusan daun pare dan buah pare masak. Walaupun relatif aman denga dosis rendah, pemakaian lebih dari 4 minggu tidak dianjurkan.

Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
Gonseng biji rambutan (5-6 biji), lalu giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan 1 cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1-2 kali sehari.

Salam (Eugenia polyantha Wight)
Ambil 11 daun salam segar dan 30 gram daun ciplukan, lalu cuci bersih. Rebus kedua bahan tersebut dengan 3 gelas air sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Setelah dingin, segera saring dan minumlah 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f) Nees)
Cuci bersih setengah genggam daun sambiloto. Rebus daun dengan 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Dinginkan, lalu saring ramuan. Minum ramuan sehari 3 kali, masing-masing 1 gelas. Selain itu, Penderita harus minum banyak air.

Sambung Nyawa (Gynura procumben Back)
Cuci bersih 3 daun sambung nyawa segar, lalu dimakan sebagai lalapan setiap hari secara teratur setiap kali makan nasi. Daun juga dapat di jus untuk diminum. Bagi penderita, hindari makanan berlemak.

Semangka (Citrullus vulgaris Schrad.)
a. Potong-potong kulit buah semangka (30 g) dan buah jambu biji yang masih mengkal (1 buah), lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas dan minum setelah dingin. Lakukan setiap hari, sehari 2-3 kali.
b. Rebus biji semangka (1 genggam) dengan 1 liter air sampai mendidih (45 menit) dalam panci tertutup. Setelah dingin, minum seperti teh dan lakukan setiap hari.
c. Rebus kulit semangka kering sebanyak 50 gram dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 5 menit. Setelah dingin, minum seperti teh.
Catatan: Penderita dengan lambung lemah dan dingin jangan terlalu banyak makan buah semangka; Pria dengan gangguan prostat jangan makan buah semangka.

Tapak Dara (Catharantus roseus (L.) G. Don)
a. 6 lembar daun tapak dara, 15 kuntum bunga tapak dara direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, kemudian disaring. Diminum airnya dua kali sehari, pagi dan sore.
b. 10 - 16 lembar daun tapakdara direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Setelah dingin diminum, diulangi sampai sembuh.
c. 35 - 45 gram daun tapak dara kering dan adas pulawaras direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. 
Setelah dingin diminum, diulangi sampai sembuh.
d. 3 lembar daun tapak dara, 15 kuntum bunga tapak dara, direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1,5 gelas. Diminum pagi dan sore setelah makan.
Catatan: wanita hamil dilarang minum ramuan berbahan tapak dara.

Tunjung (Nymphaea lotus L.)
Cuci bersih 4 kuntum bunga tunjung atau 7 gram akar kering. Rebus bahan dalam 3 gelas air sampai airnya tersisa 2 gelas. Dinginkan, lalu saring air rebusan. Minum ramuan 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
Catatan: Tanaman tunjung mengandung zat nupharidine yang dapat memacu pernafasan. Kelebihan dosis bisa menyebabkan keracunan pada paru-paru. Pemakaian agar dilakukan dengan bijaksana.

Catatan: Tidak semua indikasi yang dicantumkan bisa disembuhkan dengan tumbuhan obat yang dimaksud. Ini karena khasiat tumbuhan obat tidak terlepas dari kandungan kimianya, sedangkan kandungan kimia dari masing-masing tumbuhan obat bisa agak berbeda di setiap wilayah atau negara karena tergantung dari iklim, ketinggian, jenis tanah, dan perlakuan terhadap penanaman (kecuali tumuhan liar), dan sebagainya. Selain itu, juga tidak terlepas dari cara pengolahannya. Misalnya bisa dengan cara diseduh (infus), harus direbus dalam jangka waktu beberapa lama, atau harus di tim. Jika berupa ramuan yang terdiri dari biji, kulit kayu, daun, bunga, akar, dan umbi, kadangkala ada bagian yang harus direbus terlebih dahulu atau direbus secara terpisah. (dr Setiawan Dalimartha)

_________________________________

Referensi

    Buku:
  • Dalimartha , dr. Setiawan, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, jilid 3 (Jakarta: Trubus Agriwidya, 2003)
  • Dalimartha , dr. Setiawan, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, jilid 5(Jakarta: Pustaka Bunda, 2008)
  • Hariana, Drs. H. Arief, Tumbuhan Obat Dan Khasiatnya, seri 3 (Jakarta: Penebar Swadaya, 2008)

Situs 
indonesiaindonesia.com 
IPTEKnet, Sentra Informasi IPTEK

Read More lebih lanjut..

Friday, March 20, 2009

Resep Herbal untuk masalah ASI (Air Susu Ibu)

1. Daun Jinten (Coleus amboinicus Lour.), memperbanyak ASI.
Masak daun jinten secukupnya dengan sup ayam. Minum airnya dan makan supnya.[2]

2. Katu (Sauropus androgynus (L,) Merr.), pelancar ASI.
Daun Katu segar beberapa helai, dibuat sayuran. Selain daun Katu dapat digunakan daun Bayam, daun Lembayung, daun Sawi, Kacang Panjang, Kacang Koro, Jantung Pisang, buah Labu Air, buah Labu Merah, dan lain lain. Semua itu dijadikan sayuran dan dimakan secara bergantian. Makan harus teratur dan dipilih makanan yang bergizi.[4]

3. Kastuba (Euphorbia pulcherrima Willd. et Klotzsch.), memperlancar ASI
Cuci bunga kastuba segar sebanyak 10 gram, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari 2 kali, masing -masing 1/2 gelas.[1]

4. Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.), memperlancar ASI.
Rebus 60-120 gram biji nangka, minum airnya dan makan bijinya.[2]

5. Pare (Momordica charantia L.), memperlancar ASI.
Giling daun pare secukupnya. Balurkan di sekeliling payudara.[2]

6. Som Jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.), memperbanyak ASI.
Cuci bersih daun som jawa segar secukupnya, tumis, lalu makan sebagai lauk nasi.[3]

7. Sukun (Artocarpus communis Forst.), Menambah ASI.
20 gram daun sukun segar dicuci, lalu dirajang kecil-kecil. Rebus bahan dengan 2 gelas air matang selama 15 menit. Setelah dingin, saring, dan air rebusan dibagi 2 untuk diminum pada pagi dan sore hari.[3]

8. Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), mencegah penularan penyakit pada bayi melalui ASI.
Cuci bersih rimpang/umbi temu hitam dan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC) secukupnya. Rebus bahan dalam 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan ramuan, lalu konsumsi seperti lalap. Lakukan pengobatan selama 3 hari sekali selama menyusui.[3]

_________________________________

Referensi
Buku
1. Dalimartha, dr. Setiawan, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, jilid 3 (Jakarta: Trubus Agriwijaya, 2003)
2. Dalimartha, dr. Setiawan, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, jilid 5(Jakarta: Pustaka Bunda, 2008)
3. Hariana, Drs. H. Arief, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, seri 3 (Jakarta: Penebar Swadaya, 2008)
Situs
4. IPTEKnet, Sentra Informasi IPTEK

Read More lebih lanjut..